Gunung Bromo, Tempat Wisata yang Eksotik dengan Pemandangan Alam yang Masih Asli


Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah satu dewa utama dalam agama Hindu) atau di Tengger dieja "Brama", adalah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut dan berada di empat kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai objek wisata, Bromo menjadi atraktif karena statusnya sebagai gunung berapi yang aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Bentuk tubuh Gunung Bromo dihubungkan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir yang meliputi sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo memiliki kawah dengan diameter ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahaya berbentuk lingkaran dengan radius 4 km dari pusat kawah Bromo.

Sejarah letusan

Selama abad ke-20 dan 21, Gunung Bromo telah meletus berkali-kali, secara berkala 30 tahun. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974, sementara letusan terakhir terjadi pada 2015-sekarang.

Sejarah erupsi Bromo: 2015-2016, 2011, 2010, 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1940, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921 , 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865 , 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775

Bromo sebagai gunung suci

Bagi orang-orang di sekitar Gunung Bromo, Tengger, Gunung Bromo / Gunung Brahma diyakini merupakan gunung suci. Sekali setahun masyarakat Tengger menahan upacara Yadnya Kasona atau Kasodo. Upacara tersebut bertempat di sebuah kuil yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan terus ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam sampai pagi setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 bulan Kasodo (kesepuluh) sesuai kalender Jawa.


Wisata Bromo

Perjalanan melalui pintu barat arah Pasuruan yang masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat objek wisata (pasir lautan) agak berat karena medan yang harus ditempuh tidak bisa dilewati kendaraan roda 4 biasa karena Jalur turunan dari pendakian menuju lautan pasir sangat curam, kami menyewa jip yang disediakan oleh pengelola tur, sehingga banyak turis yang berjalan menuju ke lokasi sentral. Tapi jika kita melewati pintu utara arah sebelum memasuki probolinggo yaitu di daerah Tongas, kita akan menuju ke desa Cemoro Lawang sebelum turun ke lautan pasir maka tidak terlalu berat karena turunan kemiringannya adalah Tidak terlalu curam sehingga motor bisa melewatinya. Sebagian besar wisatawan yang ingin dengan mudah mencapai lautan pasir melalui jalur ini. Tapi jika ingin menyaksikan matahari terbit sering ditampilkan di foto-foto, yang banyak dipotret dari puncak pendakian maka Anda lebih praktis melewati pintu barat.

Tetapi jika Anda memiliki jiwa petualang maka Anda bisa mencoba jalur perjalanan yang jarang dilalui oleh wisatawan. Itu melalui kota Malang anda masuk melalui kota kecil lalu masuk kota pronojiwo kemudian melalui cagar alam yang sangat indah dari sini anda akan menemukan garpu di jalan dimana selatan akan masuk ranu pane (menuju semeru gunung) dan ke arah utara Anda memasuki lautan bromo pasir yang berada di belakang gunung bromo selatan. Garpu itu bernama Jemplang. Perjalanan dimulai dengan menuruni bukit yang kemudian disambut dengan padang rumput yang berangsur-angsur berubah menjadi lautan pasir. Jalan ini akan mengelilingi gunung bromo melalui lautan pasir selama kurang lebih 3 jam. Garis ini sebenarnya tidak terlalu curam dan bisa dilewati oleh sepeda motor, namun membutuhkan jiwa petualang karena jalurnya masih jarang dilalui dan tidak ada persinggahan atau penghuni rumah. Kami akan benar-benar tampil dengan perjalanan yang sangat menantang. Tapi Anda akan dihargai dengan rahasia Bromo lain, yang sangat jarang terlihat turis, padang savana dan ladang bunga liar sangat luas di balik Gunung Bromo. Betapa pandangan yang kontras pada sisi utara yang tandus dan berdebu. Namun perlu diingat, sebaiknya jangan melewati jalan ini di malam hari dan atau dalam cuaca berkabut. Jalannya tidak akan terlihat di kondominium seperti ini.

Lautan pasir merupakan andalan wisata gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita bisa melihat padang pasir dan rumput yang rata. Sementara yang paling ditunggu adalah gunung bromo adalah pemandangan saat matahari terbit dan terbenam karena akan terlihat sangat jernih dan sangat indah. Meski perjalanan ke Bromo sangat berdebu, namun rasanya tidak terasa, karena keindahan yang disajikan sungguh luar biasa.

Liburan ke bromo praktis sempurna jika Anda menyukai tipe traveler dan melalui pintu utara. Anda bisa berkunjung dalam waktu 12 jam. Tentunya jika Anda mulai dari kota Surabaya, Malang, Jember dan sekitarnya. Perjalanan bisa dimulai dari jam 12 siang, jadi anda akan sampai jam 2 - 3 pagi. Dimana anda bisa beristirahat sebelum anda melihat matahari terbit. Penjual makanan dan minuman di bukit pasir biasanya buka pukul 03.00, sehingga Anda bisa bersiap-siap mendaki tangga puncak bromo yang terkenal. nikmati pemandangan sampai pukul 9 pagi dan Anda bisa kembali ke kota keberangkatan sekitar jam 12 siang. Sebagai catatan, jika Anda bepergian diareal lautan pasir di kegelapan malam, sebagai patokan ke area parkir di sekitar pura Anda bisa melihat taruhan beton yang sengaja diberikan sebagai penunjuk ke area pura. Dan jika Anda tersesat jangan panik dan lanjutkan perjalanan (terutama di kabut tebal), tunggu karena biasanya dimulai pukul 2 - 3 pagi beberapa pengendara kuda melintasi lautan diarea pasir.

Kawasan Bromo juga terkenal dengan lautan pasir yang membentang 5.920 hektare, kalderanya, kuali yang memukau, sekaligus pesona matahari terbit eksotis. Diakui dari banyaknya gunung berapi di Indonesia dapat dikatakan Gunung Bromo merupakan salah satu yang paling populer dan menjadi primadona bagi banyak penjelajah di dalam negeri dan dari luar negeri.

5 Kelebihan Gunung Bromo yang Menarik Wisatawan

Gunung Bromo telah menjadi salah satu tempat wisata ikonik di Jawa Timur karena pesona keindahannya yang indah dan berwarna-warni, di mana Anda akan menemukan pemandangan laut pasir gurun di Sahara, savana atau sering disebut bukit Teletubies dan pegunungan Bromo, Semeru, dan Batok yang akan memukau Anda.

Berikut adalah 5 keunggulan wisata Gunung Bromo yang menjadikannya sebagai favorit wisatawan lokal dan mancanegara, yaitu:

Penduduk setempat yang ramah
Ada orang lokal bernama Tengger Tengger, suku asli yang dikenal karena keramahan, kehangatan dan senyumnya yang murah bagi orang asing. Mereka sangat terbuka untuk membantu memberikan informasi dan saran yang bisa membantu Anda dalam mengikuti tur.

Kawasan Gunung Bromo telah dilengkapi dengan fasilitas dan fasilitas yang memadai
Sudah tersedia fasilitas dan fasilitas penunjang seperti penginapan, homestay, dan transportasi Jeep atau kuda yang bisa Anda gunakan untuk menjelajahi keindahan kawasan Gunung Bromo.

Akses mudah dan murah
Akses transportasi ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru cukup mudah. Anda bisa masuk melalui 4 pintu masuk dari Desa Wonkitri di Pasuruan, Desa Burno di Lumajang, Desa Cemorolawang di Probolinggo, atau Desa Ngadas Tumpang (Malang). Anda bisa menggunakan transportasi kota yang relatif terjangkau untuk sampai ke kawasan Gunung Bromo.

Gejala sunset paling indah dan asap putih kawah Gunung Bromo
Kelelahan saat mencoba mencapai puncak Gunung Bromo, akan melunasi dengan pesona matahari terbit (sunrise) yang fenomenal. Setelah puas melihat dan menangkap momen matahari terbit Anda akan takjub lagi saat melanjutkan perjalanan di kaki Gunung Bromo, dan menaiki tangga berjumlah sekitar 250, karena Anda akan disambut dengan semburan tebal asap putih dari kawah. Gunung Bromo.

Upacara adat sebagai hikayat budaya lokal bangsa
Selain terpesona dan kagum dengan keindahan alam kawasan Gunung Bromo, jika beruntung Anda juga bisa melihat tradisi kearifan lokal penduduk setempat pada hari-hari tertentu, dimana Tengger menggelar upacara Kasodo yang merupakan upacara adat yang dilakukan untuk memohon. limbah panen, serta penyembuhan berbagai penyakit. Suku Tengger biasanya akan menyiapkan berbagai sesaji dan kemudian melempar ke arah kawah Gunung Bromo.

Menurut sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan lautan pasir berawal dari dua gunung yang bertepatan satu sama lain. Gunung Tengger dengan ketinggian 4.000 Mdpl (meter dari permukaan laut), yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi saat itu. Lalu ada letusan dahsyat yang menciptakan kaldera dengan diameter lebih dari 8 kilometer. Karena kedalaman kaldera, material vulkanik terus meletus menumpuk masuk dan sekarang menjadi lautan pasir dan pada pemikiran pertama pernah diisi air dan kemudian aktivitas selanjutnya adalah munculnya terowongan magma di tengah kaldera sehingga Gunung baru yang muncul termasuk Gunung Widodaren, Gunung Watangan, Kursi Gunung, Gunung Batok dan Gunung Bromo.

Kompleks gunung di kawasan Gunung Bromo Sukapura Cemoro Lawang.

Gunung Bromo termasuk bagian dari salah satu gunung di Kompleks Gunung Tengger. Di hamparan pasir yang sangat luas dengan pegunungan di tengahnya adalah:

- Gunung Bromo (2.392 mdpl),
- Gunung Batok (2.440 mdpl),
- Gunung Widodaren (2.614 mdpl),
- Gunung Watangan (2,601 mdpl)
- Gunung Kursi (2.581 mdpl).

Sedangkan untuk dinding kaldera yang mengelilingi lautan pasir sangat curam dengan kemiringan ± 60-80 derajat dan tinggi berkisar antara 200-600 meter. Di sekitar kaldera Tengger ada beberapa gunung termasuk:

- Gunung Penanjakan (2.770 mdpl.),
- Gunung Cemorolawang,
- Gunung Lingker (2.278 mdpl.),
- Gunung Bahu (2.635 mdpl.),
- Gunung Jantur (2.705 mdpl.),
- Gunung Ider-ider (2527 mdpl.)
- Gunung Mungal (2,480 mdpl.).


Waktu Terbaik untuk Berkeliling di Kawasan Gunung Bromo

Meski keindahan kawasan Gunung Bromo bisa dinikmati kapan saja, namun saat terbaik untuk bisa melihat keindahan panorama fenomenal dengan maksimal adalah bulan Mei - Oktober atau selama musim kemarau, karena Anda bisa menikmati perjalanan yang lebih aman. dan nikmati matahari terbit yang sempurna.

Keramahan masyarakat setempat, aksesibilitas transportasi, fasilitas dan kemudahan mendapatkan informasi tentang Gunung Bromo memungkinkan Anda untuk pertama kalinya ke tempat ini tidak akan mengalami kesulitan yang signifikan, namun jika menginginkan yang lebih terorganisir dan aman. Perjalanan, ada banyak pilihan paket wisata Bromo yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »